BPJS Ketenagakerjaan Menargetkan Imbal Hasil Investasi Sebesar 9,4 Persen



( 2016-06-03 05:11:27 )

Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengincar keuntungan yang dihasilkan dari investasi (return of investment/ROI) tahun ini mencapai 9,4 persen, meningkat dari tahun lalu yang mencapai 8,76 persen.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyampaikan bahwa target tersebut masih terbilang moderat akan tetapi cukup optimistis di tengah kondisi ekonomi yang sedang bergejolak.

“Kami menyelaraskan dengan dinamika kondisi ekonomi yang terjadi saat ini, tingkat bunga deposito telah dipangkas menurun, instrumen investasi juga turun, keadaan pasar modal juga belum baik, kalau kami pasang target yang tinggi sekali kan di awang-awang. Sudah pasti kami membuat target yang mudah dicapai," ujar Agus, Kamis (2/6).

Ia juga berpendapat, BPJS Ketenagakerjaan memakai beberapa instrumen investasi untuk mengelola dana investasi yang masuk. Ia menuturkan, bahwa surat utang menjadi instrumen investasi yang paling besar untuk dimanfaatkan, dengan porsi sekitar 56 persen.

Jika dijabarkan, dana yang dikelola tersebut kini ditampung dalam Surat Berharga Negara (SBN) dengan porsi 48 persen, deposito 15 persen, saham 20 persen, reksadana 8 persen dan 1 persen di investasi langsung.

Ia berpendapat bahwa saat ini deposito dan reksadana memberikan imbal hasil yang kurang menarik bagi BPJS Ketenagakerjaan oleh karena itu perusahaan akan memperhitungkan peralihan sejumlah porsi investasi guna mengantisipasi penurunan ROI.

“Kami akan melakukan evaluasi setiap saat, kami belum putuskan apakah akan switching ke mana pun, tapi kami tetap ikuti perkembangan dinamika ekonomi," ujarnya.

Sejak April 2016, total dana yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan sudah mencapai Rp220 triliun dengan total iuran mencapai Rp14 triliun. Realisasi tersebut sudah 89,4 persen dari target dana kelolaan yang sudah dipatok perseroan Rp246 triliun hingga akhir tahun.