IHSG Diperkirakan Alami Tekanan Akibat Dibayangi Laporan Ekonomi Global



( 2016-03-07 02:55:07 )

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan alami pelemahan pada hari ini, Senin (7/3) mengingat kebanyakan para investor menunggu keluarnya beberapa laporan data ekonomi global.

Adapun beberapa jumlah data ekonomi yang ditunggu antara lain laporan tingkat pengangguran Amerika Serikat (AS) dan langkah stimulus lanjutan dari pertemuan tahunan legislatif nasional China, serta arahan terkait kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB).

"IHSG masih tetap bergerak tertahan dan bahkan relatif melemah dengan range pegeseran 4.780-4.900," tutur Lanjar Nafi, Analis Reliance Securities pada riset harian, Senin (7/3).

Lanjar Nafi berpendapat, bahwa mayoritas bursa Asia di akhir pekan lalu bergerak tertahan sebab hal tersebut diwarnai oleh aksi ambil untung meski berhasil ditutup pada zona positif. Salah satu sentimen yang muncul berasal dari China, yaitu terkait dengan rencana intervensi pemerintahnya dalam rangka mendukung pasar saham lewat rencana kerja ekonomi lima tahunan, yang dijadwalkan akan disetujui pada Kongres Rakyat Nasional pekan ini.

"Langkah tersebut merupakan upaya pemerintah China dalam menarik kembali investor setelah outlook kredit ratingnya negatif,” terang Lanjar.

Pergeseran IHSG pada hari Jumat (4/3) juga cenderung mengalami pelemahan sepanjang perdagangan, namun berhasil ditutup menguat tipis sebesar 6,84 poin atau 0,14 persen di level 4850.88.

Lanjar menilai, Jika melihat ramainya aksi profit taking investor domestik, penguatan IHSG cukup signifikan. Sementara untuk investor asing, tambahnya, justru tampak kembali melakukan pembelian (net buy) sebesar Rp306,86 miliar bertepatan dengan menguatnya rupiah ke posisi tertingginya dalam sembilan bulan terakhir.

"Sehingga total capital inflow pada pekan ini sebesar Rp2,26 triliun. Angka yang cukup besar dan awal yang cukup baik untuk bulan ini," terangnya.

Sebaliknya, Analis PT NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI), Reza Priyambada menilai, IHSG terdapat kemungkinan akan melanjutkan tradisi penguatan hari ini meski cenderung masih terbatas. Hal ini dipercayai akan memberikan pilihan yang sulit bagi para pelaku pasar untuk tetap bertahan ataupun melakukan aksi ambil untung.

"Meski peluang menguatnya IHSG masih dimungkinkan, akan tetapi cenderung tipis dan bisa terjadi pemutar balikan arah melemah sewaktu-waktu," ucapnya.

Dia memperkirakan rentang Support IHSG hari ini berada di kisaran 4.732-4.791, sedangkan untuk kisaran resisten-nya berada di kisaran 4.898-4.945.

"Tetap berhati-hati. Tetap memantau sentimen yang ada," ujar Reza.

NHKSI pada riset hariannya merekomendasikan sejumlah saham yang pantas dipertimbangkan pada perdagangan hari ini, yaitu CTRA, WTON, WIKA, ADRO, BBNI, BKSL, dan ERAA.