The Fed Menahan Suku Bunga Sebabkan Dolar AS Menguat



( 2016-01-28 04:18:46 )

Dolar Amerika Serikat (AS) kembali alami penguatan, mengekor pada keputusan bank sentral AS The Federal Reserve (the Fed) untuk tetap menahan tingkat suku bunganya.

Bersumber dari data perdagangan Reuters, Kamis (28/1/2016), dolar AS pagi ini dibuka di level Rp 13.926, meningkat dibandingkan pada posisi sore kemarin di Rp 13.836.

Mata uang negeri Paman Sam tersebut sempat mengalami pelemahan sampai ke level terendanya di Rp 13.885, namun kemudian kembali naik hingga ke Rp 13.890.

Hingga pukul 09.21 WIB, mata uang negeri Paman Sam tersebut tetap bergerak di Rp 13.880.

Menurunnya harga minyak dunia masih menjadi stimulan utama fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Selain itu, perlambatan ekonomi China juga ikut menyokong penekanan rupiah.

Di samping itu, keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) terkait penahanannya tingkat suku bunga acuan, di pertemuan semalam atau Rabu waktu setempat, menghasilkan sentimen di pasar keuangan.

Keputusan ini diambil melihat kondisi ekonomi dan keuangan saat ini.

Keputusan The Fed ini memang sangat ditunggu-tunggu oleh para pelaku pasar modal. Para investor saham menunggu apa yang nanti akan dilakukan The Fed di tengah jatuhnya pasar saham dunia, dan melambatnya ekonomi dunia yang juga akan mempengaruhi perekonomian AS.