Saham Sampoerna Termasuk Indeks Saham Bertahap



( 2015-11-03 11:05:21 )

Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memasukkan saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dalam penghitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penghitungan tersebut dilakukan secara bertahap mengingat kapitalisasi pasar saham perseroan yang cukup besar.

Pelaksanaan penawaran umum terbatas atau rights issue PT HM Sampoerna Tbk telah menambah kapitalisasi pasar saham perseroan. Perseroan juga sudah memperoleh dana segar sekitar Rp 20,76 tirliun dalam rangka rights issue.

Langkah rights issue dipilih untuk memenuhi persyaratan minimum pencatatan saham beredar atau free float dari sebelumnya 1,182 persen menjadi 7,5 persen. Pada akhir Oktober 2015, kapitalisasi pasar saham PT HM Sampoerna Tbk tercatat Rp 428 triliun atau 9,1 persen dari total kapitalisasi pasar saham BEI yang berkisar Rp 4.702 triliun.

Karenanya, BEI berniat akan memasukkan saham PT HM Sampoerna Tbk secara bertahap. Pertama yaitu jumlah saham perseroan yang telah diperhitungkan dalam indeks mencapai 25 persen pada 4 November 2015. Selain itu bobot jumlah saham PT HM Sampoerna Tbk yang diperhitungkan dalam indeks mencapai 50 persen pada 18 November 2015, dan mencapai 75 persen dalam indeks saham pada 2 Desember 2015. Jumlah saham PT HM Sampoerna Tbk yang diperhitungkan dalam indeks saham mencapai 100 persen pada 16 Desember 2015.

"Kapitalisasi pasar saham PT HM Sampoerna Tbk yang relatif besar serta untuk menjaga agar tidak terjadi fluktuasi indeks yang terlalu signifikan," ujar Eko Siswanto selaku Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities Satrio Utomo menegaskan, proses rebalancing portofolio saham PT HM Sampoerna Tbk ini juga ikut mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Hal itu disebabkan karena para manajer investasi mulai memasukkan saham HMSP dalam portofolionya, dan mulai melepas saham berkapitalisasi besar. Itulah yang menyebabkan IHSG ikut tertekan. Pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah terbatas 0,38 persen ke level 4.455,18.

"Para manajer investasi tidak ingin kinerja sahamnya dikalahkan oleh IHSG sehingga mereka mulai melepas saham kapitalisasi besar lainnya. Ini juga berdampak pada IHSG yang bermasalah dalam beberapa hari ini," kata Satrio saat dihubungi.

Satrio mengatakan, sentimen proses rebalancing portofolio saham PT HM Sampoerna Tbk yang menjadi dominan pengaruhnya. Oleh sebab itu, pergerakan IHSG masih dipengaruhi sentimen tersebut.

"Secara sentimen domestik ini sangat besar. IHSG mengalami koreksi selama tiga hari kemarin. Manajer investasi tidak ingin kinerjanya di bawah IHSG sehingga jalan satu-satunya adalah dengan melepas saham yang lain," kata Satrio.

Terkait dengan kinerja keuangan sampai September 2015, PT HM Sampoerna Tbk mencantumkan laba turun tipis 0,77 persen menjadi Rp 7,59 triliun. Padahal pendapatan naik 9,91 persen dari Rp 59,60 triliun sampai September 2014 menjadi Rp 65,15 triliun. Selain itu beban pokok penjualan naik 11,61 persen dari Rp 44,59 triliun menjadi Rp 49,77 triliun hingga kuartal III 2015.

Laba kotor naik tipis dari 4,8 persen menjadi Rp 15,74 triliun hingga kuartal III 2015. Beban penjualan juga naik menjadi Rp 4,18 triliun hingga kuartal III 2015 dari periode yang sama seperti tahun sebelumnya Rp 3,65 triliun. Beban umum naik menjadi Rp 1,13 triliun.