Cuitan Trump Membawa Bursa Saham Asia Bergerak Campuran



( 2018-05-14 02:59:58 )

Bursa saham Asia bergerak variatif pada pembukaan perdagangan pada hari Senin (14.05.2018) karena harga minyak dunia stabil setelah menguat ke level tertinggi dan sentimen lain, seperti meredanya ketegangan AS dan China.

Dikutip dari CNBC, indeks saham Nikkei Jepang merosot 0,06 persen. Indeks saham Topix dibuka mendatar. Saham perusahaan real estate mengalami kenaikan 2,36 persen, namun saham produsen mobil justru turun.

Sementara untuk indeks saham Kospi Korea Selatan mendaki 0,3 persen meski saham Samsung Electronics tergelincir 0,58 persen. Saham sektor teknologi, keuangan, dan produsen baja mendulang untung, seperti LG Electronics yang mendaki 1,54 persen.

Di tempat lain, indeks saham S&P/ASX 200 Australia naik 0,05 persen ditopang penguatan di saham sektor energi dan material. Namun masih dibebani penurunan saham sektor keuangan.

Sementara itu, harga minyak dunia stabil pada awal pekan ini setelah sempat tergelincir. Namun masih mendekati level tertinggi lebih dari tiga tahun ini.

Harga minyak mentah Brent berjangka diperdagangkan turun 0,08 persen ke posisi USD 77,06 per barel. Sedangkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,06 persen di level USD 70,66 per barel.

Investor diperkirakan akan fokus pada langkah Presiden AS, Donald Trump yang pada akhir pekan lalu mengunggah cuitannya akan bekerja dengan Presiden China Xi Jinping supaya produsen perangkat telekomunikasi ZTE bisa melanjutkan bisnis mereka.

Pemerintah AS seperti diketahui telah melarang perusahaan AS memasok perangkat teknologi ke ZTE setelah perusahaan China itu kedapatan melanggar pengiriman secara ilegal ke Iran.

Di pasar uang, indeks dolar terhadap beberapa mata uang utama berada di level 92,486 setelah sebelumnya menyentuh 93,4. Dolar AS terhadap mata uang Yen Jepang 109,28.