BI Pemerintah Perkuat Pengendalian Inflasi



( 2017-10-03 02:07:07 )

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan September 2017 tetap terkendali sehingga mendukung pencapaian sasaran inflasi di tahun 2017 sebesar 4,0±1%. Inflasi IHK pada bulan September 2017 tercatat 0,13% (mtm) atau 3,72% (yoy), lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi September tiga tahun terakhir, sebesar 0,15% (mtm).

Berdasarkan komponen, inflasi bulan ini terutama dipengaruhi oleh inflasi kelompok inti dan kelompok administered prices. Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK sampai bulan September tercatat 2,66% (ytd).

Inflasi inti tercatat sebesar 0,35% (mtm), meningkat dibandingkan bulan lalu sebesar 0,28%. Kenaikan harga dalam kelompok ini terutama disumbang oleh uang kuliah akademi/perguruan tinggi, uang sekolah dan emas perhiasan. Secara tahunan, inflasi inti tercatat rendah, yaitu 3,00% (yoy).

Inflasi kelompok administered prices tercatat 0,15% (mtm), meningkat dibandingkan bulan lalu yang mengalami deflasi 0,48% (mtm). Inflasi administered prices pada September 2017 disumbang oleh meningkatnya harga beberapa jenis rokok. Secara tahunan, inflasi administered prices mencapai 9,32% (yoy).

Kelompok volatile food tercatat deflasi sebesar 0,67% (mtm), melanjutkan deflasi bulan lalu sebesar 0,87% (mtm). Deflasi terutama bersumber dari kelompok hortikultura dan komoditas daging ayam serta telur ayam ras. Secara tahunan, inflasi volatile food tercatat rendah, yaitu 0,47% (yoy).

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, yang bernama Agusman mengatakan, bahwa ke depan, inflasi diperkirakan akan tetap terkendali pada level yang rendah dalam kisaran sasaran yang ditetapkan. Koordinasi kebijakan antara pemerintah, baik pusat maupun daerah, dan Bank Indonesia akan terus diperkuat dalam pengendalian inflasi.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi kebijakan bersama pemerintah pusat dan daerah dalam rangka pengendalian inflasi agar tetap berada dalam kisaran yang ditetapkan, yaitu sebesar 4,0±1% tahun 2017 serta 3,5±1% tahun 2018 dan 2019," katanya.