Menteri Desa Eko Sebut Pasar Murah Bisa Tekan Inflasi



( 2017-06-15 02:46:27 )

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes) yang bernama Eko Putro Sandjojo membuka pasar murah di lingkungan Kemendes. Menurutnya, pasar murah yang digelar pada tanggal 14-16 Juni bisa menekan harga bahan pokok yang melambung saat Ramadan hingga Idul Fitri, sekaligus meringankan beban karyawan dan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Melambungnya harga bahan pokok, lanjut Menteri Eko, disebabkan hukum suplai dan permintaan. Adanya pasar murah ini diharapkan juga dapat menekan angka inflasi. Para produsen pun sekaligus dapat mempromosikan komoditasnya.

"Pasar murah bisa menekan harga bahan pokok yang ada di pasaran menjelang Idul Fitri. Pasar murah juga membangkitkan kita untuk mencegah inflasi menjelang Idul Fitri. Kami juga sedang merencanakan menggelar pasar murah di sejumlah desa,” katanya.

Pasar murah Ramadan di lingkungan Kemendes ini, diikuti 40 stan, dengan menggandeng Bulog, Aprindo, Komunitas UKM, Belfoods, dan Dharma Wanita Persatuan Kemendes PDTT. Setiap stan menyajikan berbagai produk dan bahan pokok dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran.

Sejumlah kebutuhan bahan pokok tersebut diantaranya beras premium 5 kg seharga Rp59.000, beras medium plus 5 kg Rp47.500, tepung terigu Rp7.500/kg, beras merah Rp52.000/kg, bawang putih Rp38.000/kg, bawang merah Rp25.500/kg, minyak goreng Rp11.000/kg, dan gula pasir Rp12.500/kg. Selain itu, pasar murah juga menyediakan daging kerbau dan daging sapi seharga Rp80.000/kg.