BRI dan UOB Indonesia Agresif Tingkatkan Pertumbuhan Segmen Konsumer



( 2017-06-09 03:00:03 )

PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. dan PT Bank UOB Indonesia sangat bersemangat dalam mengarahkan sasarannya terhadap perkembangan segmen bisnis konsumer, terutama dari sisi kredit pemilikan rumah.

Iwan Satawidinata sebagai Wakil Presiden Direktur PT Bank UOB Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya ingin memperbesar pangsa bisnis KPR sebagai bagian dari segmen personal financial services atau consumer banking, di samping terus menjaga segmen bisnis utama perseroan seperti komersial, korporasi dan business banking. "Bisnis KPR ini memang salah satu fokus bisnis yang harus ditingkatkan untuk UOB Indonesia ke depannya. Dari segi growth dibandingkan segmen lainnya, bisnis KPR diharapkan dapat tumbuh lebih besar," katanya di Jakarta, pada Rabu (07/06).

Selama tahun 2016, pendapatan dari segmen konsumer UOB Indonesia mencapai Rp 1,3 triliun dengan jumlah simpanan Rp 28,3 triliun dan kredit Rp 8,6 triliun. Melalui segmen mortgage and secure loan atau KPR, UOB menyediakan kredit pemilikan rumah, rumah tinggi, rumah kantor, tumah toko, apartment, pembiayaan renovasi dan konstruksi serta pinjaman multiguna dengan jaminan properti.

Dia menjelaskan kontribusi KPR dalam bisnis konsumer masih belum terlalu besar, atau kurang dari 10 persen. Dia berharap porsinya dapat ditingkat menjadi dua digit sampai akhir tahun. UOB Indonesia mengincar konsumen KPR dari kalangan middle up dengan rata-rata ticket size sebesar Rp 800 juta.

Tahun lalu, perseroan membukukan pertumbuhan kredit perumahan baru sebesar 120% dengan penyaluran KPR meningkat 9,2 persen, kenaikan fee income 22 persen dan produktifitas penjualan meningkat 52 persen. "Tahun ini kami ingin bidik pertumbuhan bisnis yang lebih besar dari tahun lalu sebesar 9,2 persen. Tahun ini harapan kami jauh lebih bagus," tutur Fredy Soekendro selaku Senior Vice President Mortgage &Secured Loan Head Bank UOB Indonesia.

Salah satu strateginya dengan memberikan bunga kompetitif 6.99 persen berlaku fix tiga tahun. Selain itu perseroan juga meluncurkan aplikasi digital UOB Agents, yang meningkatkan efisiensi dan kecepatan proses pemberian kredit. Sejak diperkenalkan kepada publik, aplikasi tersebut telah diunduh 2.000 kali oleh para agen properti.

Selain itu, UOB juga meluaskan hubungan baik dengan nasabahnya lewat pemberian fasilitas top up kredit bagi debitur yang memenuhi syarat, meningkatkan produktivitas tim pemasaran lewat berbagai program training, serta menjalin kerja sama dengan para pengembang. Dalam kesempatan terpisah, Randi Anto selaku Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. juga juga menyatakan hal serupa.

Emiten bersandi BBRI tersebut akan lebih intensif mendorong pertumbuhan kredit konsumer yang ditargetkan dua digit dengan memanfaatkan jaringan BRI untuk menjangkau kota-kota tersier. "Kinerja sampai saat ini masih baik. Target kami pertumbuhannya bisa mencapai 13 persen. Untuk itu kami menawarkan one stop service terhadap kebutuhan keuangan nasabah melalui kombinasi di BRI Life Insurance, BRI Finance, BRI Agro maupun BRI sendiri," ucapnya dalam wawancaranya, pada Selasa (06/06).