Rupiah Hari Ini Diramal Masih Tak Berdaya



( 2017-06-07 02:39:28 )

Tidak jauh berbeda dengan kondisi Indeks Harga Saham gabungan (IHSG), di mana pelemahan yang terjadi dikhawatirkan dapat membuka ruang pelemahan lanjutan dengan minimnya sentimen positif untuk mengangkat laju rupiah ke teritori positif.

Menurut analis Senior Binaartha Sekuritas yang bernama Reza Priyambada mengatakan, bahwa sentimen positif dari perkiraan adanya potensi investasi masuk ke Indonesia hingga USD700 miliar tidak juga direspons.

"Kemungkinan pelaku pasar kembali mencermati sentimen global terutama antisipasi jelang pertemuan FOMC, sehingga laju rupiah berbalik melemah," ujar dia di Jakarta, pada hari Rabu (07.06.2017).

Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak pada kisaran di level support Rp13.307/USD dan resisten Rp13.295/USD. Sementara, peelaku pasar merespons negatif pernyataan Gubernur Bank Indonesia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5,1% hingga 5,5% atau lebih rendah dibanding asumsi pertumbuhan pemerintah sebesar 5,4% hingga 6,1%.

"Padahal, di sisi lain laju USD sedang tertekan ke level terendah dalam enam pekan terakhir, terhadap mata uang yen, setelah terimbas sentimen Pemilu Inggris, pertemuan bank sentral Eropa ECB, dan testimoni mantan direktur FBI James Comey di Senat," tutur Reza.