Menteri Rini, BUMN Jangan Hanya Mencari Keuntungan Tapi Juga Pikirkan Masyarakat



( 2017-05-22 04:27:32 )

Rini Soemarno, Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN memperingatkan sebagai badan usaha milik negara dalam melaksanakan usaha jangan hanya mengejar keuntungan saja. Kegiatan perusahaan-perusahaan berpelat merah tersebut juga harus memberikan menfaat bagi kepentingan masyarakat.

"Saya ingin menekankan betul bahwa BUMN adalah perusahaan milik negara dan berarti milik rakyat, sehingga dalam menjalankan aktivitas juga harus memikirkan masyarakat," ucap Rini di Pondok Pesantren Salafi Terpadu Darussifa Al-fitroh dan Perguruan Islam Yaspida di Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (21/05).

Pada kesempatan tersebut, Rini mempersembahkan bantuan dari tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Terlihat beberapa petinggi BUMN turut hadir, yaitu Dirut PT. PLN (Sofyan Basir), Dirut Waskita Karya (M. Choliq), serta Dirut PT. KAI (Edy Sukmoro). Menurut Menteri Rini, BUMN yang datang bersamanya dari semua lini, seperti listrik, jalan tol, kereta api, bahan bakar minyak dan gas, seluruhnya diperuntukkan demi kesejahteraan masyarakat.

Rini melanjutkan, BUMN harus dapat memilah kegiatan untuk kepentingan rakyat atau masyarakat luas. Tapi pada saat yang sama juga harus mencari keuntungan sehingga dapat terus beroperasi secara baik. "Tapi sekali lagi yang harus kita tekankan terus dalam mencari keuntungan adalah BUMN harus memikirkan masyarakat luas," katanya.

Rini juga mengutarakan bahwa BUMN akan terus mendukung pesantren dalam upaya menggerakkan dan memajukan perekonomian ulama dan santri. BUMN adalah perusahaan milik negara yang berarti juga milik masyarakat sehingga harus dapat memberikan manfaat terhadap masyarakat termasuk pesantren.

Pemerintah memiliki komitmen dalam memobilisasi seluruh potensi BUMN untuk membantu perekonomian semua lini. Pesantren, Rini menambahkan, menjadi sasaran sejumlah BUMN yang ingin mendorong perekonomian daerah sesuai dengan potensi masing-masing. Diharapkan, santri dan santriwati memiliki keahlian kemudian menularkannya kepada masyarakat. "Masih banyak masyarakat yang kurang beruntung nendapat kesempatan bekerja dan meraih pendidikan sehingga perlu bahu-membahu saling membantu," pungkasnya.