Modal Perbankan Yang Besar Dan Kuat Berikan Fasilitas Aman Dan Terpercaya



( 2017-04-10 03:52:16 )

Bank umum kegiatan usaha atau BUKU IV menguasai pendanaan yang stabil dengan ketentuan minimal Rp 30 triliun. Dengan modal yang besar dan stabil, bank golongan tertinggi ini dapat leluasa memberikan fasilitas yang aman dan terpercaya kepada nasabah.

Melalui modal yang besar tersebut, BUKU IV semakin gesit dalam mengembangkan sehingga berupaya mendominasi pangsa pasar. Kesempatan yang diambil pun lebih besar karena dapat memasarkan produk yang bermacam-macam. Seumpama saja, dalam penghimpunan dana murah atau current account savings account (CASA), BUKU IV sangat mendominasi.

Dalam data statistik perbankan Indonesia atau SPI yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK sampai dengan Januari 2017, kelompok bank golongan tertinggi ini memang memiliki tingkat skala CASA paling tinggi sebesar 65,76 persen atau paling besar dibanding dengan kelompok bank lainnya. Dengan penguasaan pasar itu, menjadi tanda kalau mayoritas masyarakat mempercayai kelompok bank BUKU IV untuk bertransaksi melalui beragam produk yang ditawarkan.

Muliaman D. Hadad selaku Ketua Dewan Komisioner OJK mengungkapkan, dengan menjadi BUKU IV artinya sebuah bank itu boleh melakukan semua hal yang lebih dari kelompok lainnya. Baik dalam ekspansi jaringan, penyaluran kredit produktif maupun konsumsi, penghimpunan dana lebih besar dengan produk yang lebih beragam, dan pengembangan digital banking. “Bank BUKU IV diberikan keleluasaan lebih besar dibandingkan dengan kelompok bank lainnya karena memiliki modal yang besar sehingga kapasitas untuk absorb potensi risikonya lebih besar dibandingkan dengan kelompok bank yang memiliki modal lebih kecil,” ucapnya pada beberapa waktu lalu.

Dengan kapabilitas penguasaan pangsa pasar yang besar, kepercayaan masyarakat yang tinggi, serta lebih tahan dari risiko kelompok bank BUKU IV pun yang paling besar berpeluang untuk ekspansi menjamah negara lain, seperti negara tetangga di kawasan ASEAN. Pasalnya, dengan berbagai kemampuan usahanya, terutama modal yang besar, minimal Rp 30 triliun, kelompok bank BUKU IV diprediksi mampu menangani potensi risiko bila melakukan ekspansi ke luar negeri. Untuk itu, dalam peraturannnya, OJK pun memberikan keleluasaan ekspansi luar negeri kepada bank BUKU IV hingga ke luar Asia.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, bagi pengusaha atau pelaku bisnis, fasilitas perbankan yang paling dibutuhkan antara lain, kredit dan transaksi seperti transfer dana. Tak hanya ketersediaan produk, kecepatan dan kemudahan dalam proses transaksi juga menjadi salah satu yang dibutuhkan. “Sekarang kan sudah semakin berkembang fasilitas untuk transaksi yang mudah seperti dengan mobile banking dan sebagainya,” katanya belum lama ini. Bank BUKU IV juga memiliki kesempatan dalam pengembangan layanan keuangan digital (LKD) yakni bisa merekrut agen baik berupa lembaga maupun individu.

Hal ini mengimplikasikan kalau bank BUKU IV punya peran penting dalam mendukung program inklusi keuangan yang dicanangkan pemerintah selain lebih dipercaya dalam mengelola risiko secara mandiri. Di sisi lain, Chief Executive Officer (CEO) ZAP Finance dan konsultan keuangan Prita Ghozie mengatakan, dalam memilih bank untuk menabung atau melakukan investasi, BUKU IV memang memberikan produk yang beragam. “Dengan menabung di bank BUKU IV tingkat risiko memang tergolong lebih aman karena ditopang modal yang kuat,” ujarnya.

Tidak hanya terkait dengan tabungan, kelompok bank BUKU IV pun memiliki peran lebih besar dalam penyaluran kredit ke sektor produktif. Sampai Januari 2017, untuk penyaluran kredit produktif, BUKU IV menjadi paling giat apabila melihat persentase kredit produktif dibandingkan dengan total kredit. Bank kasta tertinggi itu menyalurkan kredit produktif sebesar 76,36 persen dari total kredit keseluruhannya atau sebanding dengan Rp 1.508,71 triliun.

Selanjutnya, peran penyaluran kredit produktif dari bank BUKU IV kepada sektor prioritas seperti, infrastruktur, manufaktur, dan pertanian juga lebih besar. Bila peran penyaluran kredit ke sektor prioritas itu dari bank BUKU IV itu digabung, mereka berperan sebesar 50,84 persen dari total kredit seluruh kelompok bank kepada sektor terkait. Dengan begitu, modal yang besar dan kuat membuat kelompok bank BUKU IV bisa menawarkan produk inovatif, aman, dan terpercaya.