Target Investasi Sumatra Selatan Tahun Ini Rp 21 Triliun



( 2017-02-23 04:48:44 )

Sumatra Selatan (Sumsel) semakin terbuka untuk mengenalkan potensi daerahnya kepada semua investor. Pada tahun ini, Sumsel menargetkan investasi bisa melonjak hingga Rp21 triliun. Keinginan ini disampaikan Kepala BP3MD, yang bernama Ruslan Bahri.

Menurutnya, target Rp21 triliun ini cukup relevan dengan kondisi ekonomi tahun 2017. Mengingat pada tahun ini, upaya untuk menggaet investasi makin digencarkan terutama pada kawasan ekonomi Tanjung Api-api.

“Nilai target Rp21 triliun ini bercermin dari tahun lalu, yang menargetkan Rp18 triliun ternyata teralisasi hingga Rp31 triliun,” ujarnya, pada hari Rabu (22.02.2017).

Dia mengatakan bahwa peningkatan yang signifikan pada investasi tahun lalu bersumber dari beberapa perusahaan asing besar untuk menyelesaikan program investasi mereka di Sumsel. Empat perusahaan diantaranya penyumbang investasi terbesar: PT OKI Pulp and Paper Milis, PT Primanaya, PT Golden Oilindo Nusantara dan PT Tirta Fresindo Jaya.

“Realisasi investasi tahun lalu mencapai Rp29 triliun dari investasi asing. Nilai ini naik tajam, sementara investasi dalam negeri baru sekitar Rp2,1 trilun sehingga berkisar Rp31,1 triliun,” terangnya.

Berdasarkan data Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah (BP3MD), nilai investasi itu naik dibandingkan tahun 2015. Nilai investasi periode triwulan III 2016 naik 144,61% dibandingkan triwulan yang sama di tahun 2015. Total investasi tahun 2016 sekitar Rp31 triliun dan tahun 2015 hanya sekitar Rp13 triliun.

Menurut ia, investasi di Sumsel masih diperoleh oleh bidang pertambangan, pengelolaan, pertanian termasuk perkebunan dan lainnya. Untuk tahun ini, pihaknya mengupayakan investasi tumbuh sejalan dengan hadirnya geliat ekonomi di TAA. “Masih akan mempromosikan TAA dan bidang-bidang unggulan Sumsel,” katanya.

Berdasarkan data, jumlah investasi asing berasal dari 71 perusahaan dan investasi modal dalam negeri sebanyak 46 perusahaan. Ruslan menambahkan untuk target investasi bisa meningkat sejalan dengan promosi daerah yang sudah dibuat. Aktivitas promosi bisa diselenggarakan baik pada bidang olahraga, pariwisata, atau kegiatan lainnya. Dengan makin banyak promosi, makin banyak investor yang akan tertarik untuk menggelontorkan modalnya.

Menanggapi hal ini, Gubernur Sumsel yang bernama Alex Noerdin mengatakan bahwa aktivitas investasi tumbuh sejalan dengan kerja sama yang baik antar instansi, baik berupa pemerintahan atau perusahaan daerah. Karena itu, Sumsel getol menyelenggarakan berbagai event memperluas jaringan kerja sama antar pemerintahan.

“Event di Sumsel tidak hanya berbicara promosi daerah, akan tetapi bisa menjalin komunikasi dan kerja sama dalam berbagai bidang,” kata Alex.