OJK: Pertumbuhan Perbankan Yogyakarta 12% di Tahun 2017



( 2017-02-21 04:21:38 )

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan perbankan di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2017 ini akan berkisar di angka 9% hingga 12%. Meski perlambatan ekonomi masih terjadi, pihaknya tetap menilai masih ada celah yang bisa dimanfaatkan perbankan untuk mendukung pertumbuhan bisnis mereka.

Kepala OJK Yogyakarta, yang bernama Fauzi Nugroho mengungkapkan, bahwa pihaknya memperkirakan pertumbuhan kredit akan dapat dipacu lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Bahkan apabila kondisi perekonomian global dan domestik menunjukkan sinyal perbaikan yang lebih kuat, dengan permodalan yang dimiliki perbankan saat ini, ruang pertumbuhan kredit yang lebih tinggi masih terbuka.

"Kami yakin, kredit masih bisa didorong untuk lebih tinggi," tuturnya, pada hari Senin (20.02.2017).

Selain memacu pertumbuhan kredit, pihaknya juga mengarahkan penyaluran kredit ke sektor ekonomi prioritas. Menurutnya sektor infrastruktur, pertanian, perikanan dan beberapa sektor prioritas lain memungkinkan untuk bertumbuh dan mendukung bisnis perbankan.

Pembiayaan kegiatan usaha ini juga akan melibatkan peran perusahaan pembiayaan. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga ditujukan untuk kegiatan yang dapat mendukung kegiatan produktif masyarakat.

Pihaknya mencatat, kredit perbankan selama tahun 2016 lalu mampu tumbuh 10,18% menjadi Rp33,88 triliun. Hanya saja pertumbuhan ini sebenarnya tidak diikuti dengan kualitas kredit. Sebab, kualitas kredit tahun lalu sedikit mengalami penurunan. Hal tersebut ditunjukkan dengan penurunan Non Performance Loan (NPL) dari 2,15% menjadi 2,60%.