BI: Awal 2017, Likuiditas Bank Masih Melimpah



( 2017-02-09 07:01:15 )

Bank Indonesia memastikan kalau kondisi perbankan pada awal tahun 2017 ini dinilai sangat baik. Hal tersebut tercermin dari kondisi likuiditas yang masih melimpah pada masing-masing perbankan.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Dody Zulverdi menerangkan likuiditas ini dapat dilihat dari hasil lelang instrumen moneter Bank Indonesia melalui sistem ‎Variable Rate Tender (VRT).

"Sampai saat ini dari dua kali lelang yang dilakukan dengan VRT, rata-rata pertimbangannya agak sedikit turun‎. Jadi indikasinya mayoritas bank saat ini di awal tahun ini likuiditas perbankan masih longgar," ujar Dody di Gedung Bank Indonesia, Senin (6/2/2017).

Meski demikian, Dody tidak menjamin liquiditas ini akan terus melimpah hingga akhir tahun nantinya. Dikarenakan, dia berpendapat, dengan diterapkannya VRT menggantikan Fixed Rate Tender (FRT) maka rate yang ditetapkan akan berubah sewaktu-waktu tergantung dari penawaran perbankan itu sendiri.

Diprediksi, rate dari hasil lelang instrumen moneter Bank Indonesia akan meningkat pada bulan Maret-April, sebab pada bulan ini banyak perusahaan yang menarik dananya untuk pembayaran pajak. Dengan demikian, bisa diartikan bahwa liquiditas bank ketat.

Hanya saja, Dody menggaris bawahi bahwa dengan berubahnya rate lelang ini tidak mencerminkan perubahan stand kebijakan moneter bank Indonesia. "Jadi ini hanya teknis saja, perubahan pelaksanaan tender saja supaya lebih efisien," ujar dia.

Dody memaparkan, sampai awal Februari 2017 ini, setidaknya ada total dana Rp 350 triliun dana perbankan yang diletakkan di Bank Indonesia melalui operasi moneter yang sudah dilakukan. Dana ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada akhir 2015 yang saat itu hanya sebesar Rp 90 triliun.