Rasio Elektrifikasi di Jawa Tengah Daerah Istimewa Yogyakarta Mencapai 92,4%



( 2016-12-27 03:59:49 )

Medan yang berat masih menjadi kendala utama bagi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menggapai target elektrifikasi yang mereka tetapkan. Kendati demikian, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini tetap memiliki tekad untuk memberikan layanan listrik ke semua warga.

General Manager PT PLN Area Distribusi Jawa Tengah dan DIY Dwi Kusnanto mengatakan, saat ini angka elektrifikasi sudah mencapai 92,4% atau masih ada sekitar 7,6% penduduk di Jawa Tengah dan DIY yang rumahnya belum mendapatkan aliran listrik.

Angka tersebut sebenarnya lebih rendah dibanding target yang mereka tetapkan sebelumnya yaitu 94%. "Kami memang terkendala karena medan," kata dia, pada hari Senin (26.12.2016).

Medan yang berat memang menyulitkan mereka dari sisi teknis, misalnya karena medan yang berat mereka kesulitan untuk mengangkut material. Seperti diketahui, berat dan ukuran peralatan PLN cukup besar sehingga tidak mungkin jika diangkut dengan tangan kosong dan hanya bisa dilakukan dengan bantuan kendaraan berukuran besar.

Tetapi karena jalannya cukup susah maka seringkali kendaraan seperti truk tidak bisa masuk. Sehingga terkadang untuk sekadar mengangkut material yang dibutuhkan akan memakan waktu cukup lama. Padahal, satu sisi mereka harus memenuhi kewajiban memberikan listrik kepada semua warga.

Kendati demikian, pihaknya telah memiliki roadmap elektrifikasi 100% di 2019. Roadmap tersebut akan mereka lalui lewat kerja sama dengan berbagai pihak terutama dari pemerintah daerah. Pemerintah akan mengalokasikan anggaran untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan PLN guna menyalurkan listrik dari pembangkit menuju ke rumah warga.

Salah satu yang digunakan untuk elektifikasi 100% tersebut melalui listrik pedesaan (Lisdes). "Lisdes itu anggarannya dari pemerintah pusat untuk daerah terpencil," ungkapnya.

Ratio elektrifikasi di Jawa Tengah dan DIY memang masih di angka 92,4%. Wilayah-wilayah terpencil masih cukup banyak yang belum terjangkau. Dwi mengungkapkan, wilayah terbanyak yang belum terjangkau justru berada di DIY dibanding wilayah Jawa Tengah.

Atas dasar itu, ratio elektrifikasi DIY lebih rendah ketimbang Jawa Tengah. Dia menyebutkan, dua wilayah DIY yang masih sulit terjangka listrik adalah Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul.

Namun, dia menyebut, daerah Kulonprogo yang menyumbang wilayah terbanyak belum teraliri listrik. Padahal, wilayah ini sebentar lagi akan terpengaruh pembangunan bandara baru, New Yogyakarta International Airport (NYIA). "Tetapi kami tandaskan PLN siap ratio elektrifikasi 100%," tegasnya.