Sri Mulyani: Realisasi Penerimaan Pajak Tidak Akan Meleset Jauh



( 2016-12-09 09:58:21 )

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yakin kalau realisasi penerimaan pajak pada tahun ini tidak meleset jauh dari yang sudah ditargetkan. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016, pemerintah menargetkan penerimaan pajak sebenyak Rp 1.355,2 triliun.

Untuk informasi, penerimaan pajak sampai akhir November 2016 tercatat sebesar Rp 965 triliun. Angka tersebut baru mencapai 61,2 persen dari target. Dalam satu bulan, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mesti mengumpulkan setoran pajak kurang lebih sebesar Rp 390 triliun.

Sri Mulyani menerangkan, penerimaan pajak memang tidak setiap hari dapat bertambah. Namun dirinya sudah memperkirakan potensi penerimaan pajak sampai akhir tahun ini.

"Beberapa penerimaan yang sudah dilakukan dari sisi penerimaan pajak itu biasanya mereka tidak setiap hari untuk setiap rupiah. Jadi beberapa penerimaan yang bersifat rutin kita sudah perkirakan," tuturnya dalam Economic Outlook 2017 Ikatan Bankir Indonesia (IBI) di Jakarta, Jumat (9/12/2016).

Pada Desember ini, sambung Sri Mulyani, dirinya mengidentifikasi adanya penerimaan pajak sampai Rp 100 triliun. Selain itu, juga terdapat tambahan pemasukan dari program pengampunan pajak (tax amnesty) hingga Rp 42 triliun.

"Kami mungkin bisa mendapat Rp 100 triliun, Rp 101 triliun-Rp 102 triliun. Dan untuk bulan ini tax amnesy maupun extra effort sekitar Rp 42 triliun. Dari situlah target kita untuk bulan ini," ujar dia.

Secara umum, ujar Sri Mulyani, penerimaan pajak, bea cukai, pendapatan negara bukan pajak (PBNP) masih dalam besaran yang sudah diperkirakan. Jika pun meleset, dia meyakini tidak akan terlalu jauh dari target yang sudah ditetapkan.

"Over all penerimaan perpajakan pajak, bea cukai, PNBP, masih dalam range yang sudah kita perkirakan. Kalaupun meleset, tidak akan terlalu jauh. Seperti yang saya sampaikan defisit masih ada di kisaran 2,7 persen. Itu maksimal," tegas dia.

Sebelumnya pada 7 Desember 2016, Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Ditjen Pajak, Yon Arsal menegaskan penerimaan pajak pada Desember akan meningkat sehingga akan mendapat setoran yang lebih besar. Terutama disumbang dari pajak yang berasal dari penyerapan anggaran pemerintah, momen Natal dan Tahun Baru yang akan mengerek penerimaan dari Pajak Penjualan (PPn) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

"Bisa loncat karena Desember luar biasa penerimaannya yang sangat tergantung pada pencairan anggaran pemerintah yang akan menyumbang pemotongan PPh dan PPN. Sumber dari sana sangat besar, ditambah dengan momen Natal akan banyak pengeluaran yang menaikkan penerimaan PPN dan mengawal pembayaran PPh Pasal 21 di Desember," jelan Yon.

Pemerintah, ujar Yon, masih memprediksi kekurangan penerimaan pajak di akhir tahun sebesar Rp 218 triliun. Rinciannya dari penerimaan pajak Rp 215 triliun ‎dan Rp 3 triliun merupakan shortfall penerimaan bea cukai.

"Kita usahakan dari dinamisasi perusahaan yang memproyeksikan kinerja bagus, itu akan kita dekati supaya kurang bayar pajak tidak banyak di tahun depan," pungkasnya.