Tahun Depan, Pasar Properti Akan Bangkit



( 2016-12-09 04:14:27 )

Industri properti nasional diyakini bakal tumbuh secara siginifikan pada tahun depan. Syaratnya, semua pihak yang berkepentingan untuk menjaga momentum kebangkitan yang sudah terlihat pada tahun ini.

"Kita harus terus menjaga optimisme pertumbuhan. Karena secara jangka panjang, properti di Tanah Air sangat menjanjikan untuk dijadikan ladang investasi," kata Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch, saat menjadi pembicara dalam Indonesia Real Estate Summit 2016 di Energy Building, Jakarta, pada hari Kamis (08.12.2016).

Dia mengutarakan ada sejumlah indikasi yang membuat dirinya yakin industri properti di Indonesia akan kembali naik. "Ada banyak pemangkasan izin dan program pengampunan pajak yang sukses," kata Ali.

Dari sisi pertumbuhan properti, papar dia, pada kuartal I 2016 memang dirasakan berat. Tapi setelah itu terus beranjak naik. Pada tahun 2015 properti memang turun tajam. Tapi sekarang di kuartal III 2016 sudah tumbuh 8,1%.

Terkait dana pengampunan pajak, dia memprediksi, bahwa dana puluhan triliunan rupiah akan mengalir ke properti pada tahun depan. Syaratnya, pihak terkait dapat menjaga momentum pertumbuhan ini dan harus dapat meyakinkan investor.

Hal senada juga disampaikan Country Manager Wasudewan. Menurut dia, mulai tumbuhnya industri properti nasional terlihat dari jumlah iklan yang masuk di Rumah.com. "Untuk rumah bekas saja mencapai 400.000-an iklan. Jumlah ini memperlihatkan industri kembali menggeliat. Padahal dua tahun sebelumnya memang tidak menggembirakan," ujarnya.

Sementara itu, Chief Business Officer Property Guru Group Singapore, Lewis Ng mengatakan, Indonesia akan menjadi pasar properti yang menjanjikan. Bahkan menjadi yang terbaik di antara negara-negara ASEAN. "Kami melihat masih sangat prospektif karena itu kami siapkan teknologi dalam melayani pengembang, agen, dan peminat properti di Indonesia," janjinya.

Wasudewan mengutarakan, Indonesia Real Estate Summit 2016 merupakan agenda tahunan. Tahun lalu juga diadakan, tapi tak melibatkan pengembang. Nah tahun ini melibatkan mereka karena para pengembang ini minta dilibatkan pada acara properti yang berkualitas.

Perhelatan ini mempertemukan 600 pelaku industri properti nasional dengan para pengambil kebijakan, asosiasi, praktisi teknologi, pengembang, dan agen properti.

Indonesia Real Estate Summit 2016 juga memberikan gambaran tentang kondisi pasar properti tahun depan lengkap dengan strategi jitu untuk memenangi ketatnya persaingan. "Acara ini juga sebagai forum dialog bagi agen dan pengembang properti mengupas berbagai isu relevan dan mendukung keberhasilan mereka di 2017. Rumah.com Indonesia Real Estate Summit 2016 merupakan ajang tepat untuk memperkaya wawasan dan kemampuan mereka," kata Wasudewan.