Yuan Siap Masuk Dalam Mata Uang Elit Dunia



( 2015-11-30 10:04:42 )

Dana Moneter Internasional (IMF) ditaksir akan menyetujui masuknya yuan yang merupakan mata uang China dalam special drawing rights (SDR) sebagai mata uang dunia.

Dewan eksekutif IMF bakal mengambil keputusan terkait saran dari staf ahli sebelumnya untuk memasukkan yuan dalam SDR pada Senin awal pekan ini. Yuan yang terkenal sebagai renminbi juga akan dimasukkan dalam SDR bersama dolar Amerika Serikat (AS), euro, yen Jepang dan poundsterling Inggris.

Walaupun tidak diperjualbelikan secara bebas, SDR merupakan aset cadangan yang sangat penting bagi internasional. Sejak 2014 China tercatat sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia yang berupaya keras untuk memasukkan yuan sebagai mata uang cadangan dunia. Namun sampai saat ini masih harus memenuhi syarat yang begitu ketat.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menuturkan, bahwa dia mendukung informasi kalau yuan sudah memenuhi persyaratan agar bisa digunakan secara bebas. Bila keputusan yuan diterima untuk masuk SDR maka, keputusan tidak berlaku sebelum 30 September 2016 sehingga memungkinkan pengguna lebih banyak waktu untuk mempersiapkan.

Tahun 2000 merupakan terakhir kali keranjang SDR dimodifikasi, dimana saat itu euro menggantikan Deutschemark Jerman dan franc Prancis. Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah berapa bobot yuan dalam SDR itu?. Kemungkinan sekitar 10-16 persen, namun kuat dugaan juga bisa lebih rendah karena konvertibilitas terbatas mata uang dunia.

Instrumen bobot mata uang dilakukan peninjauan tiap lima tahun. Pada rebalancing terakhir tahun 2010, dolar AS menyumbang 41,9 persen, 37,4 persen euro, poundsterling 11,3 persen dan yen 9,4 persen.

Ada pun perbaikan bobot mata uang didasarkan pada nilai ekspor barang dan jasa oleh negara serta wilayah mata uang tersebut, serta jumlah cadangan mata uang masing-masing yang dipegang anggota IMF lainnya. Dengan masuknya yuan dalam SDR maka hal itu menunjukkan bahwa pemerintahan China telah sukses dalam melakukan diplomatik. China berharap langkah yang dilakukan ini juga mampu melemahkan hegemoni dolar AS sebagai mata uang cadangan global.

"Dampaknya tidak akan terasa dalam waktu dekat, minimal hingga kuartal III 2016. Dengan positif mendukung yuan sebagai mata uang yang dapat digunakan secara bebas, maka hal ini menimbulkan sinyal perihal pentingnya china di pasar keuangan global," ujar Andrew Malcom, Kepala Pasar Modal dari law firm Linklaters.

Selain itu, analis Nomura memprediksi, yuan dapat menjadi salah satu dari tiga mata uang internasional utama selain dolar AS dan euro di tahun 2030. Lembaga pemeringkat Fitch Internasional juga memperkirakan kalau dewan eksekutif IMF akan memilih mengikutsertakan yuan dalam mata uang elit dunia.

"Masuknya yuan ini diharapkan tidak menimbulkan pergeseran permintaan aset renmimbi dalam jangka pendek di pasar global. Seiring berjalannya waktu, munculnya renmimbi sebagai mata uang cadangan global dapat mendukung profil kredit," dikutip dari lembaga pemeringkat itu.