Sri Mulyani Siap Untuk Hadapi Gejolak Ekonomi Global Tahun Depan



( 2016-11-18 03:12:14 )

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah memasang siasat untuk menghadapi gejolak perekonomian global, yang diperkirakan masih akan berlangsung di tahun depan. Tujuannya agar kondisi perekonomian domestik tidak terlalu tergerus oleh kondisi global yang tidak pasti.

Dia mengatakan, sumber pertumbuhan ekonomi tahun depan masih akan berasal dari domestik. Baik yang berasal dari konsumsi, investasi ataupun belanja pemerintah.

"Kami mecoba agar perekonomian Indonesia tidak terpengaruh negatif dari lingkungan global yang tidak pasti, penguatan dari investasi dalam negeri, konsumsi," katanya dalam sebuah diskusi di Kawasan Senayan, Jakarta, pada hari Kamis (17.11.2016).

Menurutnya, tahun depan investasi swasta dari sektor manufaktur, konstruksi, pariwisata, perdagangan, transportasi, dan komunikasi akan menjadi prioritas. Mengingat dengan sektor-sektor tersebut hingga saat ini masih mengalami pertumbuhan yang positif.

Selain itu, di sambung oleh mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, pemerintah juga masih berharap dari sektor pangan yang bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar.

"Dengan demikian ekonomi domestik akan ditopang investasi seimbang antara pemerintah BUMN dan swawsta, dan dari komposisi akan seimbang dari sektor pertanian dengan sektor manufaktur, konstruksi dan sektor jasa yang selama ini sudah tumbuh sangat sehat," imbuh dia.

Melalui berbagai sumber pertumbuhan ekonomi tersebut, kata Sri, pemerintah masih bisa berharap tahun depan Indonesia bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Selain itu, Indonesia juga bisa menciptakan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan.

"Baik kesenjangan income atau antar daerah. Karena itu penting untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia," tandasnya.