Perekonomian Australia Menghadapi Ketidakpastian Pasar Tenaga Kerja Dan Perumahan



( 2016-10-18 05:48:07 )

Risalah dari pertemuan Reserve Bank of Australia (RBA) pada tanggal 4 Oktober yang dirilis hari Selasa (18/10), memperlihatkan perekonomian Australia yang masih terus berputar pada masa transisi dari investasi pertambangan yang mengejutkan, namun ketidakpastian di seputar pasar tenaga kerja dan perumahan masih tetap ada.

RBA menuliskan bahwa sementara pengangguran telah menurun seikit dalam beberapa bulan terakhir, langkah-langkah yang lebih luas dari tenaga kerja tetap tak berubah. Sementara itu, kondisi pasar perumahan telah dicampur baru-baru ini, terutama di Sydney dan Melbourne, di mana perkembangan harga rumah makin dipercepat. “Anggota mencatat bahwa data inflasi IHK untuk kuartal September dan update dari perkiraan akan tersedia pada pertemuan berikutnya. Ini akan memberikan kesempatan untuk mempertimbangkan prospek ekonomi, menilai efek dari pengurangan sebelumnya di tingkat kas dan review kondisi di pasar tenaga kerja dan perumahan, “demikian rilis yang menyatakan pada Selasa.

RBA mempertahankan suku bunga tidak berubah pada 1,5 persen pada pertemuan bulan Oktober, tidak berubah dari bulan September dan sejalan dengan perkiraan konsensus. Tingkat terakhir pemangkasan RBA terjadi pada bulan Agustus, ketika pembuat kebijakan memotong 25 basis poin.

Bank Sentral Australia telah secara agresif memangkas suku bunga acuan untuk menopang inflasi yang lemah, yang merupakan masalah baru untuk perekonomian yang secara konsisten mengalami pertumbuhan di atas harga 2 persen. Ukuran lainnya dari inflasi dan ekspektasi inflasi telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, sebuah tanda bahwa kebijakan moneter yang akomodatif yang diinginkan. Ukuran inflasi konsumen Melbourne Institute naik 0,4 persen pada bulan September dan naik 1 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Sementara itu, ekspektasi inflasi 12 bulan juga meningkat menjadi 3,7 persen pada bulan Oktober.

Sebelumnya Gubernur RBA Philip Lowe mengatakan lemahnya inflasi menimbulkan risiko untuk kebijakan moneter konvensional, namun tetap optimis bahwa tingkat target fleksibel akan membantu Australia mencapai stabilitas harga. Bank sentral Australia mengatakan data tentang inflasi dan lapangan kerja akan menjadi penting bagi kebijakan suku bunga pada pertemuan berikutnya pada 1 November, membuka pintu untuk kemungkinan pelonggaran kebijakan.