Rupiah Berpeluang Lanjutkan Pelemahan



( 2016-09-14 03:37:41 )

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung melemah seiring melemahnya harga minyak mentah dunia. Kondisi tersebut membuat nilai rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan mengingat rilis cadangan minyak tersebut nantinya dapat dijadikan momentum para pelaku pasar.

Terutama untuk melakukan aksi ambil untung terhadap risk money seperti rupiah ini yang sempat menguat sebelumnya, ucap Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (14/9/2016).

Reza meramalkan rupiah akan bergerak di kisaran level support Rp13.200/USD dan resisten Rp13.120/USD. Sementara laju USD cenderung bergerak flat terhadap yen dan Euro pada perdagangan kemarin. Kondisi tersebut merupakan imbas adanya pesan dovish dari Lael Brainard sebagai salah satu petinggi The Fed sehingga berdampak pada laju USD yang bergerak menguat cenderung berbalik arah positif dari pelemahan sebelumnya.

Bermula dari pandangan Gubernur Fed Lael Brainard, anggota voting komite kebijakan bank sentral AS yang mengatakan dalam sebuah pidato di Chicago bahwa kemajuan ekonomi yang berlanju akan membuat Fed mempertahankan kebijakan moneter yang longgar.

Tetapi, pernyataan ini disanggah beberapa petinggi The Fed lainnya. Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart mengatakan kondisi-kondisi ekonomi saat ini menyerukan "diskusi serius" tentang suku bunga pada pertemuan September.

Presiden Fed Boston Eric Rosengren mengatakan dalam pidatonya pekan lalu bahwa suku bunga rendah meningkatkan peluang "overheating" pada ekonomi AS, ungkapnya.