Pembahasan Pemerintah RAPBN 2017, BI, dan Menkeu Tentang Prediksi Kemajuan Ekonomi



( 2016-09-02 04:54:15 )

Periode kuartal kedua PDB Indonesia tahun 2016 menghadapi kenaikan menjadi 5,18 persen secara tahunan jika dibandingkan pada kuartal sebelumnya yang hanya 4,91 persen. Begitu juga secara kuartalan, PDB kuartal terbungsu yang lalu melambung tinggi ke 4,02 persen sesudah kuartal sebelumnya hanya -0,36%. Bagaimana dengan perkembangan ekonomi sampai akhir tahun 2016, apakah akan tetap meningkat atau bahkan menurun?

Untuk keterangan, pemerintah dalam RAPBN 2017 mempresentasikan asumsi makro seperti pertumbuhan ekonomi berada di 5,3 persen, tingkat inflasi 4 persen, nilai tukar rupiah 13.300/US$ dan untuk SPN 3 bulan sejumlah 5,3 persen.

Jika dilihat kembali proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2016 yang diperkirakan pemerintah dalam APBN Perubahan 2016, pertumbuhan ekonomi year on year (yoy) berkisar di 5,2 persen. Sebenarnya pertumbuhan ekonomi bangsa ini telah sehaluan dengan proyeksi pemerintah sebelumnya. Akan tetapi sedikit berbeda dengan proyeksi yang diperkirakan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, dimana untuk perkembangan ekonomi selama tahun 2016 nantinya akan berada di kisaran 5,04 persen. Hal ini disampaikan Agus dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI dan juga Menteri Keuangan serta Kepala Bappenas mendiskusikan APBN 2017.

Dan untuk pertumbuhan ekonomi di tahun 2017, pemerintah menargetkan dalam APBN 2017 pertumbuhan akan berada di kisaran 5,3 persen. Posisi kemajuan yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Prediksi pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2017 tersebut sama dengan prediksi pertumbuhan yang diperkirakan Bank Indonesia (BI), dimana untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2017 ada dalam kisaran 5,1 - 5,5 persen. Sebelumnya BI pernah memprediksikan pertumbuhan tahun 2017 berada dalam kisaran 5,2 - 5,6 persen.

Akan tetapi dalam rapat kerja membahas RAPBN 2017 di gedung DPR RI pada Kamis malam (01/09), Menteri Keuangan Sri Mulyani mengoreksi target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2017 menjadi 5,2 persen. Sri Mulyani juga mengungkapkan prediksi untuk konsumsi rumah tangga 5,1 persen, konsumsi pemerintah 4,8 persen dan pembentukan modal tetap bruto sebesar 6,1 persen.