Data Manufaktur Inggris Malah Bersinar Setelah Brexit



( 2016-09-01 14:12:34 )

Keluarnya Inggris dari Uni Eropa alias Brexit pada Juni lewat, membuat banyak analisa yang meramalkan data manufaktur Inggris pada Agustus 2016 akan kembali jeblok. Pada bulan Juli kemarin, setelah referendum, data manufaktur Negeri Ratu Elizabeth II itu turun menjadi 48,3.

Namun ramalan banyak analisa runtuh seketika. Pemerintah Inggris merilis data Purchasing Managers Index (PMI) yang mengukur kesehatan ekonomi dari sektor manufaktur, bahwa sepanjang Agustus 2016 terjadi rebound alias balik menguat hingga 53,3. Melansir dari CNBC, Kamis (1/9/2016), PMI sebesar 53,3 merupakan lompatan tertinggi dalam 10 bulan, dan jauh melampaui perkiraan dalam jajak pendapat.

Pemulihan manufaktur Inggris dibantu oleh dorongan untuk ekspor setelah poundsterling mengalami kemerosotan paska Brexit. Pesanan ekspor mengalir di tingkat tercepat sejak Juni 2014. Pabrik melaporkan bahwa mereka meningkatkan produksi dengan jumlah tertinggi sejak Januari.

Pasar domestik menunjukkan pemulihan ditandai, terutama oleh produk konsumen. Sedangkan depresiasi nilai sterling membuat arus ekspor lebih tinggi, ucap ekonom Markit, Rob Dobson.

Hal ini, lanjut Dobson, membuat perusahaan yang sempat menunda pekerjaan selama Juli, kini kembali bergairah sebagai produsen. Mereka mulai mendapatkan kembali rasa bisnisnya seperti biasa, pungkasnya.