Neraca Pembayaran RI Tercatat Surplus USD2,2 Miliar



( 2016-08-12 14:57:40 )

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II 2016 mencatat surplus, ditopang oleh menurunnya defisit transaksi berjalan dan meningkatnya surplus transaksi modal dan finansial. Surplus NPI sebesar USD2,2 miliar, setelah pada kuartal sebelumnya mengalami defisit sebesar USD0,3 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara mengatakan, perkembangan ini menunjukkan keseimbangan eksternal perekonomian yang semakin baik dan turut menopang terjaganya stabilitas makroekonomi.

Defisit transaksi berjalan menurun didorong oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas. Defisit transaksi berjalan menurun dari USD4,8 miliar (2,2% PDB) pada kuartal I 2016 menjadi USD4,7 miliar (2,0% PDB) pada kuartal II 2016, ucapnya di Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Menurut Tirta, penurunan tersebut ditopang oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas akibat peningkatan ekspor nonmigas yang lebih besar dari peningkatan impor nonmigas. Kinerja ekspor nonmigas terutama didukung oleh peningkatan ekspor produk manufaktur, seperti tekstil dan produk tekstil, kendaraan dan bagiannya, serta mesin dan peralatan mekanik.

Sementara itu, peningkatan impor nonmigas terutama didukung oleh kenaikan impor bahan baku. Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas melebar, seiring dengan meningkatnya harga minyak dunia. Selain itu, defisit neraca jasa juga meningkat mengikuti pola musiman surplus neraca jasa perjalanan yang rendah pada kuartal laporan, ungkapnya.

Surplus transaksi modal dan finansial meningkat, didukung oleh persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik dan meredanya ketidakpastian di pasar keuangan global.

Adapun surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal II 2016 mencapai USD7,4 miliar, lebih besar dibandingkan dengan surplus pada kuartal sebelumnya sebesar USD4,6 miliar, terutama ditopang oleh aliran masuk modal investasi portofolio.

Sementara aliran masuk modal investasi portofolio neto meningkat signifikan mencapai USD8,4 miliar pada kuartal II 2016, sebagian besar didukung oleh penerbitan obligasi global pemerintah dan net inflows dari investor asing yang melakukan pembelian di pasar saham serta pasar SBN rupiah.

Selain itu lanjut dia surplus investasi langsung juga tercatat meningkat menjadi USD3,0 miliar dari USD2,7 miliar pada kuartal I 2016, seiring dengan positifnya prospek ekonomi domestik. Dia melanjutkan, perkembangan Neraca pembayaran Indonesia tersebut pada gilirannya memperkuat cadangan devisa.

Posisi cadangan devisa meningkat dari USD107,5 miliar pada akhir kuartal I 2016 menjadi USD109,8 miliar pada akhir kuartal II 2016. Jumlah cadangan devisa tersebut cukup untuk membiayai kebutuhan pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah selama 8,0 bulan dan berada di atas standar kecukupan internasional.

Ke depan, Bank Indonesia meyakini kinerja Neraca pembayaran Indonesia tetap baik, didukung oleh bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang berhati-hati, serta penguatan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dalam mendorong percepatan reformasi struktural guna meningkatkan iklim investasi dan daya saing ekonomi, termasuk implementasi Undang-Undang (UU) Pengampunan Pajak atau tax amnesty.