Rupiah Ditutup Berhasil Menguat Sembilan Poin



( 2016-07-18 15:12:22 )

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat alias USD berakhir menguat pada perdagangan Senin (18/7/2016). Rupiah ditutup menyundul 9 poin atau 0,07% ke posisi Rp13.087/USD. Padahal sepanjang perdagangan hari ini, rupiah sempat memerah.

Sebelumnya pada pagi tadi, mata uang Garuda dibuka turun tipis 10 poin tipis 10 poin atau 0,08% ke level Rp13.106/USD. Dan pada jeda siang, rupiah kembali melemah 49 poin atau 0,37% ke level Rp13.145/USD. Sepanjang hari ini, rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp13.070-Rp13.148/USD.

Melemahnya rupiah disebabkan menguatnya indeks USD terhadap sekeranjang mata uang dunia, setelah perbaikan data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu.

Namun, diakhir perdagangan, rupiah berhasil menjungkirbalikkan keadaan dan naik 9 poin. Menguatnya rupiah ditengarai imbas dari realisasi tax amnesty alias pengampunan pajak.

Sementara itu data Yahoo Finance, Senin (18/7/2016), rupiah ditutup terapresiasi 5 poin atau 0,03% ke level Rp13.085/USD. Dimana sebelumnya, rupiah dibuka Rp13.090/USD.

Adapun data Sindonews yang bersumber dari Limas, rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah ke Rp13.130/USD, dimana pagi tadi rupiah dipatok Rp13.125/USD.

Dan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada Senin (18/7/2016), mata uang Garuda dipatok Rp13.112/USD alias terdepresiasi 26 poin atau 0,19% dari penutupan akhir pekan sebesar Rp13.086/USD.

Di pasar mata uang, indeks dolar Amerika Serikat (USD) berotot terhadap sekeranjang mata uang dunia. Melansir CNBC, Senin (18/7/2016), indeks USD naik dari 96.00 pada pekan lalu menjadi 96,579 pada 03:24 HK/SIN. Analis mengatakan menguatnya mata uang Abang Sam terkait dengan perbaikan data ekonomi di AS yang lebih cantik dari perkiraan yang dirilis akhir pekan lalu.

Hal ini membuat Yuan China melemah ke faktor psikologis. Reuters pada Senin (18/7/2016) melaporkan yuan diperdagangkan 6,7003 terhadap USD pada 4:50 (08:50 GMT), terlemah sejak November 2010. Sebelumnya pada hari Jumat (15/7), yuan ditutup pada 6,6883 per USD. Yuan sekarang kehilangan lebih dari 3% dari nilainya terhadap USD pada tahun 2016 ini.

Sementara itu, Yen Jepang diperdagangkan melemah terhadap USD, yaitu 105,83/USD, setelah sebelumnya sempat menguat dan mendekati level 100, pada minggu lalu.

Begitu pula dolar Australia yang diperdagangkan melemah 0,7602/USD, setelah sebelumnya berada di level 0,7572 per USD. Aussie sempat menerima dorongan pada pekan lalu dari data pertumbuhan semester I China yang lebih baik dari perkiraan, pasalnya China merupakan mitra dagang utama bagi Australia.