Moody's Turunkan Prospek 12 Bank di Inggris



( 2016-06-29 10:02:48 )

Moody’s Investor Service menurunkan prospek untuk 12 bank di Inggris. Downgrade itu muncul di tengah dampak negatif atas keputusan Inggris keluar Uni Eropa (Brexit).

Seperti dikutip dari international Business Times, Rabu (29/6/2016), berkaitan dengan sistem perbankan secara keseluruhan, Mooday’s menurunkan outlook Inggris menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Kami berharap pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari ketidakpastian tinggi lebih dari hubungan perdagangan masa depan Inggris dengan Uni Eropa menyebabkan penurunan permintaan kredit, kerugian kredit yang lebih tinggi dan kondisi pendanaan grosir lebih stabil untuk lembaga keuangan Inggris, “ujar sebuah pernyataan Moody’s dikutip Laurie Mayers, assosiate managing director Moody.

Moody’s percaya akan ada sedikit implikasi likuidasi jangka pendek bagi bank UK atas perencanaan kontigensi yang ekstensif persiapan oleh Bank of England, regulator dan bank itu sendiri, ucapnya.

Moody’s telah menurunkan Barclays, HSBC, Santander UK, Conventry Building Society, Leeds Building Society, Nationwide Building Society, Nottingham Building Society dan TSB Bank menjadi negatif. Hal ini juga menurunkan Lloyds Bank danPrincipality Building Society dari positif ke stabil.

Terlepas dari bank tersebut, lembaga pemeringkat menurunkan beberapa asuransi Inggris seperti Aviva, Standard Life, Prudential UK dan Legal & General Group. Ketidakpastian berikut Brexit akan menyebabkan volatilitas di pasar dan memengaruhi kapitalisasi pasar perusahaan asuransi tersebut, lembaga menyatakan.

Baru-baru ini Moody's juga telah menurunkan prospek peringkat kredit Inggris. Terlepas dari Moody's, beberapa lembaga pemeringkat lainnya seperti Standard & Poor dan Fitch juga telah menurunkan outlook UK, setelah referendum untuk meninggalkan Uni Eropa.

Namun, Moody's memutuskan tidak menurunkan prospek untuk beberapa perusahaan keuangan Inggris seperti Royal Bank of Scotland, Skipton Building Society, West Bromwich Building Society dan Yorkshire Building Society.

Dikatakan bahwa perusahaan-perusahaan ini memiliki "pertimbangan kredit khusus perusahaan" yang beratnya lebih dari dampak negatif Brexit.